Mobil Bekas
Pasang Iklan Rumah
ads ads ads ads

Serbuan Maut (The Raid) Raih Penghargaan di Toronto

Indonesia patut berbangga. Salah satu filmnya berhasil memenangkan ajang Festival Film Internasional Toronto (TIFF). Film Serbuan Maut (The Raid) yang dibintangi oleh Iko Uwais, Donny Alamsyah dan Ray Sahetapy ini berhasil memenangkan The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award dalam ajang tersebut.

Seperti dilansir dari tiff.net, film ini merupakan kerja sama kedua antara sutradara Gareth Evans dan Iko Uwais setelah film aksi pertama mereka, ‘Merantau’ yang diluncurkan pada tahun 2009. Kedua film tersebut juga menonjolkan seni bela diri tradisional Indonesia, yaitu pencak silat. Tak hanya  melibatkan sutradara Gareth Evans,  salah satu personel Linkin Park, Mike Shinoda, juga ikut menangani music scoring untuk film ini.

The Raid, diputar secara perdana di Toronto pada tanggal 8 September 2011 lalu dan mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia. Penghargaan ini merupakan penghargaan pilihan penonton selama acara Midnight Madness TIFF 2011 yang digelar 8-18 September 2011.
Film yang berdurasi 100 menit ini berhasil menyisihkan film lainnya yaitu Kill List, Lovely Molly dan You’re Next. Rencananya film aksi laga ini baru akan ditayangkan di Indonesia pada Januari 2012 mendatang.
Sumber
More →

Cinta Laura Main Film Hollywood

Tahun 2012 nanti boleh menjadi tahun yang ditunggu-tunggu oleh pelantun, 'Oh baby', Cinta Laura Kiehl. Pasalnya wajah cantiknya akan ditonton seluruh dunia lewat film The Philosoper, garapan produser Hollywood George Zakk dan Cybill.

"Aku gak ada rancana buat main The Philosopher, karena aku mau kuliah di New York. Sebenarnya aku mau bikin album kedua untuk perpisahan, tapi tiba-tiba aku ditelepon produser yang sudah pengalaman di film Hollywood untuk menjadi tallent pelajar. Aku senang bisa main di film ini," ujar Cinta Laura di gedung Sapta Pesona, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, Jumat, 05 Agustus 2011.

Ia akan beradu akting dengan Freddy Stroma pemeran dalam film Harry Potter, James D'Arcy pemeran dalam film Sherlock Holmes, Daryl Sabara mantan aktor cilik difillm Spy Kid, Sophie Lowe aktor Sanctum dan Rhys Wakefield.

"Aku nge-rasa film ini bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Kami shooting. Sudah enam minggu, tinggal seminggu lagi. Dari jam empat pagi selesai jam enam sore ini lelah tapi enggak apa-apa karena ini film Hollywood. Ini film Psikologi dan Politic Science aku ambil dua itu karena S2 aku mau ambil hukum. Psikologi itu baik karena untuk mengenal psikologi klien," kata Cinta dengan logat khasnya.

Film bergenre thriller ini mengisahkan 20 remaja yang mengikuti sebuah kelas filosofi disebuah sekolah internasional di Jakarta. Mereka terdiiri dari berbagai bangsa dan diajar oleh seorang guru yang diperankan James D'Arcy.
Mereka kemudian memperoleh tugas yang melakukan eksperimen dari sang guru. Untuk memlih 10 di antara 20 remaja itu, dilakukan tes dalan rangka menjalankan misi peningkatan ras manusia terhadap ancaman bahaya nuklir.

The Philosoper yang mengambil lokasi syuting di Indonesia seperti Belitung, Bali, Prambanan, Bromo dan Jakarta. Diharapkan akan memberikan citra positif Indonesia di dunia internasional.
Sumber vivanews.com
More →

Aturan Baru Pajak Film Import di Indonesia

Film impor yang bakal masuk ke Indonesia nanti akan dikenakan beleid baru pajak film impor.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro. Dalam hal pengenaan pajak baru film impor ini, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang sudah diterbitkan pada 13 Juli 2011. PMK ini memastikan tidak ada penundaan pajak film impor sampai dua tahun ke depan. Selain itu, aturan baru ini akan mengenakan hitungan nilai tertentu dalam pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) film impor.

Nilai yang menjadi patokan pengenaan PPN adalah sebesar Rp12 juta per copy film impor. "Jadi, laku atau tidaknya film yang diimpor, patokan pengenaan pajak tetap sebesar itu. Dan dari jumlah itu baru dikenakan PPN sebesar 10 persen," ujar Bambang.

PPN ini pun, lanjut Bambang, akan dikenakan pada awal film masuk. Sementara, di beleid yang lama, patokan nilai PPN berdasarkan perkiraan omzet film. Menurutnya, beleid yang baru ini lebih sederhana dan mudah dalam pemungutannya, karena patokan PPN dihitung seragam.
More →

Rasa Baru Dalam 'Catatan Harian Si Boy'

Judul dari film yang satu ini mungkin akan mengingatkan Anda pada sebuah film yang pernah sukses di akhir 80-an, 'Catatan Si Boy'. Tokoh Boy yang kala itu diperankan Onky Alexander berhasil memikat masyarakat Indonesia dalam empat sekuelnya. Kali ini, Tuta Media mengangkat kisah tersebut dalam kemasan baru lewat film 'Catatan Harian Si Boy'.
"Film 'Catatan Harian Si Boy' bukanlah remake, tapi lebih ke regenerasi dari Si Boy. Yang ingin saya angkat dari film ini lebih kepada esensi dan dampaknya," kata sang sutradara sekaligus produser, Putrama Tuta.
Ya, regenerasi tokoh Mas Boy menghasilkan pemuda bernama Satrio (Ario Bayu). Satrio adalah seorang anak koruptor yang kabur dari rumah dan bekerja di bengkel. Sementara 'Kendi' masa kini adalah Andi (Abimana Aryasatya), sahabat Satrio yang cuek dan jahil.
Tak lengkap rasanya bila tak ada regenerasi Emon yang kala itu diperankan oleh Didi Petet. Emon di masa kini adalah Herry (Albert Halim) seorang pecinta mode yang mengurus pembukuan di bengkel milik Nina (Poppy Sovia).
Persahabatan mereka mulai terusik saat Satrio menaruh hati pada Natasha (Carissa Putri). Natasha adalah seorang desainer, pacar Nico (Paul Foster) dan putri dari Nuke (yang dulu diperankan oleh Ayu Azhari).
Kisah bermula saat Nuke terbaring sakit di rumah sakit sambil terus mendekap catatan harian milik kekasih lamanya, Boy. Keadaan Nuke yang semakin parah membuat putrinya, Natasha mengambil inisiatif untuk mencari Boy, pemilik hati ibunya sekaligus pemilik catatan tersebut.
Cerita terus bergulir hingga Natasha bertemu dengan Satrio dan sahabat-sahabatnya. Sejak pertemuan pertama, Satrio sudah menaruh hati pada Natasha. Sayang gadis bermata indah itu sudah ada yang punya.
Nico yang mencium gelagat itu segera menyuruh Satrio untuk menjauhi kekasihnya, Natasha. Tapi bukan Satrio namanya jika ia gampang menyerah. Pemuda yang gemar balapan liar itu berjanji untuk membantu gadis yang ditaksirnya agar bisa menemukan Boy dengan Nuke.
Skenario yang ditulis oleh Priesnanda Dwisatria dan Ilya Sigma dalam film ini rasanya patut mendapat apresiasi, meskipun ada penggunaan kata yang terkesan agak sedikit kasar. Sebagai sutradara, boleh dibilang debut pertama Putrama Tuta ini sanggup menyajikan rasa baru dari 'Catatan Si Boy'.
Beberapa improvisasi dalam adegan film berhasil menjadi pemanis kisah ini. Selain itu pemain lama seperti Onky Alexander, Didi Petet, dan Btari Karlinda tetap tampil dalam 'Catatan Harian Si Boy'. Tingkah Andi dan Herry yang kocak pun menjadi suatu hal yang sayang untuk dilewatkan. Simak saja aksi keduanya saat berebut mengumpulkan uang yang berserakan.
Aksi balapan liar yang ada juga ikut membumbui 'Catatan Harian Si Boy'. Semuanya tak lepas dari bantuan pembalap Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar. Pengambilan gambar dan properti yang digunakan juga tak sembarangan. Mobil-mobil mewah ikut mejeng di film ini.
Penasaran dengan filmnya? Berhasilkah Satrio merebut hati Natasha dan menemukan Boy? Anda bisa mencicipi rasa baru kisah ini mulai 1 Juli 2011.
More →

Tangis Haru di Pemutaran Final 'Harry Potter'

Ribuan penggemar 'Harry Potter' memadati Trafalgar Square, London pada Kamis, 7 Juli 2011. Kehadiran mereka dalam rangka menyaksikan pemutaran perdana sekuel 'Harry Potter' yang terakhir.
Seperti dikutip dari kantor berita Associated Press (AP), hujan yang mengguyur kota London tidak menyurutkan para fans untuk bertemu dengan para pemeran 'Harry Potter'. Fans yang datang tidak hanya dari Inggris, melainkan juga dari seluruh dunia.
Beberapa di antaranya bahkan menginap di sekitar Trafalgar Square dan mendirikan tenda. Salah seorang penggemar Harry Potter asal Brasil, Luis Guilherme menuturkan, 'Harry Potter' telah menjadi bagian dari masa kecilnya.
"Saya tidak tahu bagaimana kehidupan saya tanpa 'Harry Potter'. Saya pastinya akan kurang imajinatif dan kurang berpetualang. Saya tidak akan berada di sini, di London. Kami tidak akan  pernah memaafkan diri kami sendiri jika kami tidak datang untuk terakhir kalinya," kata Guilherme.
Hujan pun berhenti ketika pemeran utama 'Harry Potter', seperti Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint muncul, disusul penulis novel 'Harry Potter', J.K. Rowling. Mereka melintasi karpet merah dan menghampiri para penggemar yang sudah menunggu semalaman.
Radcliffe yang memerankan karakter Harry Potter sejak usia 11 tahun mengatakan, kisah tentang 'Harry Potter' sendiri tidak akan pernah berakhir.
"Setiap dan masing-masing orang, tidak hanya di alun-alun ini, tetapi juga orang-orang di seluruh dunia yang telah menyaksikan film ini selama sepuluh tahun, mereka akan selalu membawa film ini bersama mereka hingga sisa hidup mereka," ujar aktor berusia 21 tahun ini di hadapan kerumunan penggemarnya.
Penulis novel 'Harry Potter', Rowling tak kuasa menahan air mata ketika mengucapkan terimakasih kepada para aktor yang telah berhasil memerankan setiap karakter di dalam novel 'Harry Potter'.
Rasa haru juga menyelimuti beberapa pemeran film 'Harry Potter. Seperti dikutip dari laman FemaleFirst, pemeran Hermione Granger, Emma Watson tak kuasa menahan tangis saat mendengarkan Radcliffe dan Grint bercerita kepada reporter tentang pengalaman mereka bermain dalam film 'Harry Potter'. Bahkan beberapa saat kemudian Watson terlihat menyandarkan kepalanya di bahu Grint sambil menangis.
Film yang diangkat dari novel ini memang menjadi fenomenal di seluruh dunia. Orang rela antre di bioskop demi menyaksikan film tersebut. Film 'Harry Potter' sendiri telah dibuat ke dalam delapan sekuel, yakni 'Harry Potter and the Philosopher's Stone' (2001), 'Harry Potter and the Chamber of Secrets' (2002), 'Harry Potter and the Prisoner of Azkaban' (2004), 'Harry Potter and the Goblet of Fire' (2005), 'Harry Potter and the Order of the Phoenix' (2007), 'Harry Potter and the Half-Blood Prince' (2009), 'Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1' (2010), dan 'Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2' (2011).
More →

Silahkan Masukkan Email Anda untuk Berlangganan Gratis Artikel Blog Bimantara: